Lewati ke konten
Mata pelajaran Kelas 2
SB

Kelas 2 · Materi Belajar

Seni Budaya

8 materi · gratis dibaca

  1. 01

    Melihat dan Menggunakan Warna

    Warna primer ada tiga: merah, kuning, dan biru. Warna primer tidak bisa dibuat dari campuran warna lain. Dua warna primer dicampur menghasilkan warna sekunder. Merah dan kuning jadi oranye, kuning dan biru jadi hijau, merah dan biru jadi ungu. Mencampur banyak warna sekaligus biasanya menghasilkan warna kusam.

    Baca materi
  2. 02

    Eksplorasi Alat, Media, dan Bahan

    Alat adalah benda untuk membuat karya, misalnya kuas. Media adalah tempat berkarya, misalnya kertas. Bahan adalah zat pewarna atau pembentuk, misalnya cat air atau krayon. Krayon pekat dan cepat kering; cat air tipis dan butuh waktu kering. Jenis kertas memengaruhi cara cat menyerap dan mengering.

    Baca materi
  3. 03

    Membuat Karya Cetak dari Bentuk Sekitar

    Cetak dibuat dengan melumuri benda pakai cat, lalu menekannya ke kertas. Bentuk hasil cetakan mengikuti bentuk asli permukaan benda. Daun, pelepah pisang, dan belimbing bisa jadi acuan cetak. Cetakan yang diulang-ulang bisa membentuk motif atau pola hias. Cat yang terlalu tebal membuat detail bentuk hilang.

    Baca materi
  4. 04

    Menggambar Pemandangan dan Potret

    Garis horizon memisahkan langit dan tanah dalam gambar pemandangan. Benda yang dekat digambar besar, benda yang jauh digambar kecil. Wajah punya bentuk dasar oval dengan posisi mata di tengah. Hidung dan mulut diletakkan di bawah garis mata. Telinga sejajar dengan posisi mata, bukan di bawahnya.

    Baca materi
  5. 05

    Menggambar Pola

    Pola adalah bentuk dan warna yang diulang dengan urutan tetap. Motif adalah satu bentuk dasar yang menjadi dasar pola. Jarak antar motif harus sama supaya pola terlihat rapi. Warna yang berselang menambah keindahan pola. Pola yang berantakan biasanya karena jarak antar motif tidak sama.

    Baca materi
  6. 06

    Menggunting dan Menempel Kolase

    Kolase dibuat dengan menggunting bahan jadi bentuk, lalu menempelkannya. Bahan kolase bisa dari kertas warna, kain bekas, atau daun kering. Susun dulu semua bentuk sebelum ditempel dengan lem. Lem dipakai secukupnya, tidak terlalu banyak. Menekan dan meratakan bahan membuat tempelan lebih rapi.

    Baca materi
  7. 07

    Kolase yang Bercerita

    Kolase bercerita punya satu tema yang menyatukan semua bagiannya. Elemen dipilih karena mendukung tema, bukan sekadar bentuk yang disukai. Latar menunjukkan waktu dan tempat cerita, misalnya matahari untuk pagi. Elemen yang tidak sesuai tema membuat cerita jadi membingungkan. Sebelum menempel, cek apakah setiap elemen mendukung tema yang dipilih.

    Baca materi
  8. 08

    Melipat dan Membentuk Kertas

    Melipat mengubah kertas rata jadi bentuk tiga dimensi yang punya ruang. Garis lipatan yang ditekan kuat membuat bentuk lebih tegas dan kuat. Lipatan besar dikerjakan dulu, baru lipatan yang lebih kecil. Kedua sisi lipatan sebaiknya simetris, sama besar kiri dan kanan. Lipatan yang miring di awal membuat bentuk akhir tidak rapi.

    Baca materi